Mysql Gone Away when restore database

Database, Linux

Assalamualaikum.

Hari ini pingin nulis beberapa hal, tapi sepertinya ini dulu yang lumayan mudah untuk didokumentasikan.
Jadi teman saya kemarin minta tolong buat ngerestore database yang kemarin sudah di backup dari server lama.
Namun ada error yang muncul yaitu “Mysql gone away” saat restore database tersebut.

Berikut ini errornya :

[me@srv]# mysql -u user -p userdb < /home/user/database.sql
Enter password:
ERROR 2006 (HY000) at line 516: MySQL server has gone away

Setelah di selidiki, file tersebut lebih besar dari pada limit yang ada di mysql filenya sebesar 400MB.

Solusinya adalah perubahan default file yang di allow mysql. Namun sebelum itu check terlebih dahulu maksimum file yang dapat diterima oleh mysql dengan cara menjalankan query berikut :

SHOW VARIABLES like ‘max_allowed_packet’;

Lalu untuk increasenya maksimum file yang dapat diterima, caranya :

1. Edit file : my.cnf
Biasanya ada di /etc/mysql/ atau di /etc/

Tambahkan sesuai dengan yang dibutuhkan, karena dibutuhkan 400MB, makanya saya increase 512MB :

max_allowed_packet=512M

2. Restart service mysql :

# service mysql restart

atau

# service mysqld restart

3. Check kembali dengan menggunakan query di mysql, pastikan hasilnya beda dengan yang pertama kita check :

SHOW VARIABLES like ‘max_allowed_packet’;

Selesai, kita dapat melakukan restore kembali.
Semoga bermanfaat.

Vagrant error vboxsf

Uncategorized

Assalamualaikum.

Hanya ingin post aja, karena kemarin dapat error seperti ini :

Failed to mount folders in Linux guest. This is usually because
    the "vboxsf" file system is not available. Please verify that
    the guest additions are properly installed in the guest and
    can work properly. The command attempted was:

    mount -t vboxsf -o uid=`id -u vagrant`,gid=`getent group vagrant | cut -d: -f3` /vagrant /vagrant
    mount -t vboxsf -o uid=`id -u vagrant`,gid=`id -g vagrant` /vagrant /vagrant

Karena saya memang menggunakan Virtual Box untuk virtualisasinya. Solusinya install plugin vagrant untuk virtualbox guest, jalankan perintah berikut :

vagrant plugin install vagrant-vbguest

Terimakasih, semoga membantu.

Referensi : http://stackoverflow.com/questions/22717428/vagrant-error-failed-to-mount-folders-in-linux-guest

What do you feel when you listen “feeling”?

Uncategorized

I must tell this to you, I really not believe I’m feeling. Until in the mid weeks of october, I try to test. I got the result, not long after the fingerprint scanner capture my finger print. Yes, the result is “feeling”. Immediately I said, “why it must feeling?”. “What can feeling person do?”. Not sure, not believe, it’s feel like as I’m in sleep with bad dream. “come on,feeling is the worst than all.” Do you wanna know, why I said “it’s the worst?” Okay, first. It’s based on mood, and I really don’t like it. Second, it’s so sensitive. Third, it’s very subjective, not objective. Fourth it’s good for be a leader. Fifth, it’s good for be a political.

Okay, maybe you need my reason why I’m so hate feeling. Let’s start from the first. Sure, base on mood is bad, because if you don’t have a good mood your day will feel like as “why it’s feel so long, I need rest”. Socond, it’s so sensitive. Why it’s bad? I think sensitive is good, if it not excessive. So could you imagine that? If you very sensitive, all will feel awry. Third, why subjective is bad? Because, the good value is getting from hard work, not from your relation. Fourth, good for a leader, sorry, I think it’s bad for me. Are you understand, to be a leader, you need to be strong, why? because amanah. It’s so hard roger! and let’s imagine again, you are a leader, you are based on mood, subjective, and the worst is you are very sensitive. townspeople is have a lot of problem, and you must fix that. But the main problem is in yourself. How you can fix it, if you have a problem with yourself? Fifth, political? I very hate political! Why? because if they have a purpose, they will make bad stategy for get the purpose. And I don’t like that, I’m very hate political!

But.. I’m sure, it’s not worst for me. Because, now I know what is my weakness. It’s my good modal for continue my life. And I know my surplus. I think every body can reach their dream. And every body have a best way for themselves. It’s mean, my best way not your best way also. Every body have their best way for reach their dream.

Install Drush

Debian, Linux

Assalamualaikum.

Pengen nulis tentang hal teknis (karena udah janji hehehe..). Jadi tadi pagi ada dev yang minta instalin drush di sebuah server staging. Di server tersebut ada 4 php berbeda versi, dari php52 sampai php55. Dev hanya tau cara pakainya, tidak tau sitenya pakai php versi berapa, dan tidak tau cara install (karena devnya mengcover dev yang ganti status menjadi freelance jadi kurang paham mengenai seluk beluk site yang tiba-tiba harus dikelolanya). Nah yang terakhir, sysadmin yang senior nyuruh saya buat install drush ini di single user, jadi user lain tidak bisa akses. Kira-kira begitulah kondisinya.

Jadi tadi ada beberapa langkah yang saya lakukan :
1. Mengetahui site yang dipakai menggunakan versi php yang mana.
2. Cari tau cara install drush.
3. Install drush.

Ya simple banget memang, tapi karena gak tau jadi muter-muter tadi. Sempat mengira karena masalah permission sampai ternyata salah versi drush. “Jadi kalau drupal 7 sebaiknya yg drush 7.x saja”, kata dev senior  yang sekarang lebih memilih untuk freelance.

Okay, kembali ke bahasan gimana cara menyelesaikan tahap pertama? Gampang buat file php berisi script info php, lalu dipanggil dari browser. Dari situ saya dapat versi php yang dipakai sitenya yaitu php55.

Berikutnya adalah cari step-step install drush dan dapat disini. Ternyata ada beberapa cara install, ada yang langsung pakai repository, ada yang gak. Disini saya pakai yang gak pake repository, lebih tepatnya menggunakan composer.

Langkah terakhir adalah install. Okay, langsung ya ikuti panduannya.

Buat folder bin di home :

me@staging:~$ mkdir bin

Lalu install composer, caranya :

me@staging:~$ curl -sS https://getcomposer.org/installer | /usr/local/php55/bin/php — –install-dir=bin
All settings correct for using Composer
Downloading 1.2.0…

Composer successfully installed to: /home/me/bin/composer.phar
Use it: php bin/composer.phar

Langkah diatas jangan sampai salah, saya pakai /usr/local/php55/bin/php karena letak nya php55 itu di direktori itu. Jadi yang lain mungkin lebih mudah tinggal ganti php. Selanjutnya adalah pindahkan file composer.phar ke composer, bisa juga menggunakan symlink :

me@staging:~/bin$ ln -s /home/me/bin/composer.phar /home/me/bin/composer

Selanjutnya karena phpnya beda jadi tak symlink sekalian :

me@staging:~/bin$ ln -s /usr/local/php55/bin/php

Kalau symlink sudah selesai, check composer udah running well atau belum.

me@staging:~$ composer -V
Composer version 1.2.0 2016-07-19 01:28:52

Langkah selanjutnya, kalau semua sudah ok tinggal install drush. Seperti yang sudah saya bilang tadi, install drushnya menggunakan composer. Disini karena saya harus menggunakan drush 7.x jadi installnya ya versi 7.

me@staging:~$ composer global require drush/drush:7.1.0
Changed current directory to /home/me/.config/composer
./composer.json has been created
Loading composer repositories with package information
Updating dependencies (including require-dev)
– Installing pear/console_table (v1.2.1)
Downloading: 100%

– Installing symfony/polyfill-mbstring (v1.2.0)
Downloading: 100%

– Installing symfony/var-dumper (v2.8.9)
Downloading: 100%

– Installing symfony/yaml (v2.8.9)
Downloading: 100%

– Installing d11wtq/boris (v1.0.8)
Downloading: 100%

– Installing drush/drush (7.1.0)
Downloading: 100%

pear/console_table suggests installing pear/Console_Color2 (>=0.1.2)
symfony/var-dumper suggests installing ext-symfony_debug ()
d11wtq/boris suggests installing ext-readline (*)
Writing lock file
Generating autoload files

Langkah terakhir tambahkan path, caranya edit file .bashrc tambahkan :

PATH=”$HOME/.config/composer/vendor/bin:$PATH”

Nah, sampai sini sudah selesai dan tinggal testing saja.

me@staging:~$ drush version
Drush Version : 7.1.0

me@staging:~$ cd /var/www/<direktori site>/
me@staging:/var/www/<direktori site>$
me@staging:/var/www/<direktori site>$ drush status
Drupal version : 7.x
Site URI : http://default
Database driver : mysql
Database hostname : db-hostname
Database port :
Database username : db-username
Database name : db-name
Drupal bootstrap : Successful
Drupal user :
Default theme : omega_kickstart
Administration theme : commerce_kickstart_admin
PHP executable : /home/me/bin/php
PHP configuration : /usr/local/php55/lib/php.ini
PHP OS : Linux
Drush script : /home/me/.config/composer/vendor/drush/drush/drush.php
Drush version : 7.1.0
Drush temp directory : /tmp
Drush configuration :
Drush alias files :
Install profile : commerce_kickstart
Drupal root : /var/www/<direktori site>/httpdocs
Site path : sites/default
File directory path : sites/default/files
Temporary file directory path : /tmp

Okay, sudah semuanya dari cara install sampai cara test. Terimakasih sudah mampir ya, semoga berguna.

 

Sekarang ini

Hadits, Islam, sudut pandang

Assalamualaikum

Ini adalah cerita saya tentang kecemasan, sekaligus sebagai nasehat untuk diri sendiri, dan bagi anda yang membaca bila sekiranya nasehat ini berguna bagi anda silahkan ambilah.

“Trend”

Sebuah kata yang mengartikan suatu hal yang sedang digandrungi. Namun trend itu tak selamanya baik, tak selamanya memberikan manfaat, dan tak selamanya halal.

Trend ini tidak hanya berkisar pada rentang umur tertentu, namun seluruhnya. Yang meyebabkan terjadinya trend ini adalah media, ya media dapat berupa jejaring sosial, televisi, maupun teknologi lain.

Saya agak miris, mengapa hampir seluruh orang di kampung halaman saya terbawa trend. Trend dimana satu orang yang dipandang keren ditiru, padahal orang tersebut sebetulnya tidak patut untuk ditiru. Karena kadang orang tersebut beda agama, kadang satu agama, namun tidak mengamalkan agamanya. memangnya kenapa kalau meniru seperti itu? Jawaban simple saya adalah, hal tersebut tidak ada dalam tuntunan Rasulullah, juga bila tidak ada dalam tuntunan Rasulullah, maka tidak ada hadits juga yang memperbolehkannya.

Masih tidak percaya? Silahkan baca.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَأْخُذَ أُمَّتِى بِأَخْذِ الْقُرُونِ قَبْلَهَا ، شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ  . فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَفَارِسَ وَالرُّومِ . فَقَالَ  وَمَنِ النَّاسُ إِلاَّ أُولَئِكَ

Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta.” Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka, lantas siapa lagi?“ (HR. Bukhari no. 7319)

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang sempit sekalipun, -pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Hadist diatas sudah mecukupi bahwasanya, kita tidak diperbolehkan sembarangan mengikuti trend. Menurut saya dari hasil kesimpulan memahami hadits-hadits diatas kita diperbolehkan mengikuti trend, hanya saya trend yang berdasarkan sunnah Rasulullah yang diperbolehkan untuk diikuti.

Terus dari tadi ngomongin trend, emang ada apa sih?

Jadi dikampung saya sangat kental dengan trend ini. Seperti yang sudah saya singgung diatas, trend dimana mengikuti orang yang dianggapnya keren. Sebenarnya dia tidak tau tolak ukur disebut keren itu seperti apa, hanya saja televisi, majalah, yang notabene hal itu disebut media, mempengaruhi tolak-ukur mereka mengenai trend tersebut.

Nah salah satu trend yang sedang hits saat ini adalah hijrah. Ngomong-ngomong setiap orang memang punya masa jahiliyahnya sendiri, punya masa kelamnya sendiri. Jadi hijrah sebenarnya bukanlah trend yang sedang ngehits namun memang seudah sewajarnya orang yang masih berada dimasa kelamnya untuk segera berhijrah. Nah masalahnya adalah hijrah itu terpengaruh karena trend. Hijrah itu harusnya bukan karena trend, tapi karena dari hati ingin bertaubat, memperdalam ilmu agama, juga menerapkan ilmu agama tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Bukan karena ada yang hijrah terus ikutan hijrah, bukan karena gak punya pacar terus hijrah, bukan karena mendapat banyak masalah terus hijrah. Setiap orang itu pasti butuh hijrah (red. mengentrospeksi diri / muhassabah), bahkan orang yang sudah sholeh pun tetap berhijrah agar lebih baik lagi. Nah, ada juga nih trend hijrah menggunakan hijab yang lebar menutupi dada. Ya memang hal itu diwajibkan untuk digunakan. Tapi yang saya sesalkan disini, mengapa menunggu jadi trend untuk digunakan? Yang saya takutkan mereka menggunakan itu hanya untuk pamer! Yang saya takutkan hanyalah sesaat saja! setelah trend itu hilang, mereka tidak menggunakan hijab lagi. Karena fenomena sekarang, para perempuan berlomba-lomba menggunakan hijab yang lebar, lalu berfoto-foto, dan dipamerkan. Apa tujuannya? Hal tersebut dilarang, karena akan menggoda iman laki-laki. Mungkin anda akan mengatakan, “itu kan laki-lakinya aja yang jelalatan!” Baiklah, misalkan ada seorang wanita sedang berjalan dilorong, dan dilorong tersebut terdapat preman-preman jahat. Wanita ini berjalan melewati lorong menggunakan pakaian yang sangat menggoda para preman. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi terhadap wanita ini? Nah sama halnya dengan anda memamerkan badan anda, wajah anda, atau bagian tubuh lain dari anda. Apakah itu tidak berbahaya apabila anda di incar seorang kriminal? Atau orang tersebut membawa foto anda untuk diserahkan kepada seorang dukun untuk dipelet? Apakah anda ridho?

Apa juga manfaatnya untuk para wanita memamerkan foto-fotonya? Apa hanya ingin membuktikan sudah berhijrah? Tidak perlu melakukan itu kok, tidak seharusnya dipamerkan. Yang ada dalam dirimu itu adalah riya’! Keluarkanlah riya’ itu, sebelum dia menghabiskan seluruh pahalamu.

Jangan kira anda tidak dapat meninggalkan hal itu! Jangan bilang anda belum punya banyak ilmu. Lha gimana mau banyak ilmu? kalau yang sedikit saja tidak diamalkan, kalau banyak ilmu gimana mau mengamalkan?

Jadi orang salaf bukan mereka orang yang berilmu banyak, namun mereka yang setiap mendapatkan ilmu tentang suatu perkara, maka mereka amalkan, mereka buat menjadi kebiasaan / habit. Mereka juga melakukan muhassabah atau introspeksi diri apakah amalan yang mereka kerjakan sudah benar? Atau adakah yang kurang optimal?

Cukup sekian nasehat untuk saya pribadi.

Terimakasih.

Wonosobo – Jakarta – Yogyakarta

sudut pandang

Assalamualaikum.

Cerita ini berasal dari pengalaman saya sendiri. Mungkin anda setelah baca bilang “ah masa sih”. Itu tersereh anda. hehehe..

Jadi semenjak lahir saya tinggal di Wonosobo. Kota kecil yang terletak di tengah-tengah pulau Jawa, dan terletak di dataran tinggi jadi agak dingin disana. Saya tinggal di Wonosobo sampai saya lulus SMK, dan memutuskan untuk bermigrasi untuk belajar di sebuah perguruan tinggi di Depok, Jawa Barat. Sebelum lanjut cerita tentang kehidupan di Depok, saya cerita dulu kehidupan di Wonosobo. Di Wonosobo saya tinggal bersama keluarga tentunya, hidup berkecukupan dan boleh dibilang harga kebutuhan pokok murah. (Alhamdulillah) Kami hidup dengan tata krama dan sopan santun, juga saling menghargai baik antar umat beragama juga dengan siapapun. Jadi jarang saling bersinggungan, dan kalau ada yang bersinggungan mereka malu sendiri. Mungkin kalau orang jawa ngomongnya “pekiwuh”. hehehe..

Selanjutnya saya bercerita tentang kehidupan Depok dan Jakarta, disana banyak yang berbeda. Tetanggaan sebelah rumah gak kenal, jarang banget menyapa orang, disapa juga gak balik menyapa, dan sering banget melanggar lalu lintas, itu hanya beberapa contoh saja. Gimana ya, tata kramanya berbeda lumayan jauh dibandingkan dengan kehidupan di Wonosobo. Itu mungkin gak disemua daerah, hanya saja yang saya temui saya rasakan kebanyakan seperti itu. Mereka seperti terjebak dalam perlombaan tikus. (yang mau tau tentang perlombaan tikus kesini aja.) Mereka tinggal hanya untuk bekerja mencari uang, lalu menghabisakannya, dan lebih mementingkan gensi, jadi kehidupan glamor lah yang ditonjolkan. Hal itu lumayan mempengaruhi pola pikir saya sampai sekarang. Ya bayangkan saja, hidup di jakarta tidaklah murah, biaya sekolah anak lebih mahal, namun yang didapatkan, ternyata lingkungan sekolahan sudah hancur, ada yang tawuran, ada yang pakai narkoba, ada yang bermaksiat. Jadi kesimpulan saya jangan tinggal di jakarta, kalau untuk main sesekali silahkan.

Selanjutnya setelah saya lulus kuliah dan kerja kira-kira satu tahun, saya pindah ke Yogjakarta, tempat yang dari dulu saya pengen untuk tinggali. Disini alhamdulillah enak, sesuai dengan panggilannya kota pelajar. Disini masih memegang tata krama dan sopan santun juga mudah dalam mencari kajian atau diskusi mengenai suatu hal. Hanya saja saya masih belum bisa 100%  meninggalkan kebiasaan orang Jakarta yang buruk.

Ternyata sudah dua bulan belum post lagi.

Tahanlah penatnya belajar

Hadits, Islam

Assalamualaikum..

Lama sekali rasanya tidak nulis disini. Sebenernya lagi males kerja, karena liat kostan lagi berantakan. Weekend pekan kemarin belum sempet beres-beres kostan soalnya. Tapi saya ngantor aja lah, karena mau cari sarapan sekalian. Sampai kantor, absen, cuci tangan, ambil jalan, nyalain laptop, dan buka facebook, entah kenapa jadi sering buka facebook belakangan ini. Tiba-tiba ada yang nongol di timeline paling atas, seperti ini :

Source : https://tadabburdaily.files.wordpress.com/2016/02/tadabbur_malas-belajar.jpg

Sepertinya nampol banget pagi ini.
Allah selalu mengingatkanku, allah juga melancarkan rejekiku, Allah juga memanggilku saat aku seharusnya menjalankan ibadahku, namun aku lebih sering menundanya, mengalihkan panggilannya, seolah-olah masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan, dan anehnya aku berharap mendapatkan syafaat NabiNya disaat hari penimbangan kelak, anehnya yang lain adalah aku selalu berdoa untuk menjadi seorang hamba Allah yang beruntung dan pandai bersyukur.

 

وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَتَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا ۗ إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

“Seandainya kamu menghitung nikmat-nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menghitungnya. Sesungguhnya manusia sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” [QS Ibrahim : 34]